Posted by: pulasari | July 11, 2009

SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MASYARAKAT TENTANG KONDOM

I. LATAR BELAKANG

Kondom yang kita kenal sekarang sebagai salah salah satu alat kontrasepsi pria ternyata telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Kondom diperkirakan telah memiliki sejarah yang panjang dalam perannya sebagai “alat pelindung”. Sekitar 1000 tahun sebelum masehi, orang Mesir kuno telah menggunakan sarung pengaman untuk mencegah penyakit. Pada awal tahun 1900-an, perjalanan karier kondom sebagai alat pelindung belum berjalan dengan mulus. Di Amerika Serikat, para aktivis  dari The American Social Hygiene Association mementang keras pemakaiannya. Alasannya bahwa kalau seseorang berhubungan seks dengan PSK, maka wajar bila ia tertular penyakit kelamin. Seorang petinggi militer Angkatan Laut berpendapat, pemakai kondom hanya dilakukan oleh mereka yang amoral. Meski demikian saat para pelaut dikirim ke medan perang, kondom secara diam-diam dibagikan oleh asisten petinggi militer tersebut. Pada tahun 1933 ternyata sang asisten tersebut terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat dan memerintah selama 12 tahun sampai ia meninggal pada tahun 1945. Dia adalah Franklin Delano Roosevelt.Pamor kondom mulai meredup seusai perang dunia II. Pada akhir 1960-an terjadi revolusi perilaku seksual manusia, terutama di Amerika. Hubungan seksual sebelum menikah dan di luar pernikahan makin terbuka, khususnya pada kaum wanita. Mereka menuntut hak yang sama seperti kaum pria yang bebas melakukan hubungan seksual dengan siapa saja. Akibatnya, para pria lebih memlih berhubungan seks dengan wanita bukan PSK yang dianggap lebih “bersih”. Kondom dianggap tidak diperlukan lagi.
Pamor kondom semakin menurun semenjak munculnya obat-obat atibiotik baru yang bisa menyembuhkan penyakit-penyakit kelamin klasik seperti sipilis atau GO. Selain itu, dengan  ditemukannya  alat-alat kontrasepsi baru yang lebih praktis dan nyaman, seperti IUD dan pil, membuat orang lebih memilih mereka ketimbang kondom.
Pamor kondom sedikit membaik pada tahun 1980-an saat AIDS mulai merebak ke segala penjuru dunia. Meskipun bukan satu-satunya cara, kondom masih terbilang cara yang paling praktis dan gampang untuk mencegah penularan HIV.
Pada tahun 1990-an mulai diperkenalkan kondom dengan warna dan aroma yang berbeda-beda. Pada saat itu untuk pertama kalinya tersedia kondom polyurethane. Pada tahun 1992 di Eropa, diperkenalkan kondom untuk wanita yang lebih dikenal dengan femidom. Dari fakta-fakta sejarah di atas, maka jelaslah bahwa kondom telah sejak lama di kenal oleh manusia sebagai alat kontrasepsi. Seiring dengan berkembangnya teknologi, proses pembuatan kondom menghasilkan kondom yang lebih kuat, lebih tipis, lebih lentur saat dipakai sehingga para pengguna kondom tidak hanya dapat merasa aman tetapi juga merasa nyaman.

II. TUJUAN

  1. A. Tujuan Instruksional Umum

Setelah diberikan penyuluhan selama kurang lebih 30 menit, Sasaran mampu memahami kondom.

  1. B. Tujuan Instruksional Khusus

Setelah diberikan penyuluhan selama kurang lebih 30 menit, sasaran  mampu:

  1. Menjelaskan pengertian  kondom dengan benar
  2. Menjelaskan  gambaran fisik kondom dengan tepat
  3. Menjelaskan kapan waktu yang tepat untuk menggunakan kondom dengan benar
  4. Menjelaskan bagaimana cara menggunakan kondom
  5. Menyebutkan 5 dari 9 hal  yang perlu di perhatikan dalam menggunakan kondom dengan benar
  6. Menyebutkan 3 dari 8 kelebihan kondom dengan benar
  7. Menyebutkan 2dari 4 kelemahan kondom dengan benar
  8. Menyebutkan 2 dari 4 efektifitas kondom dengan benar
  9. Menyebutkan 5 dari 8 tempat mendapatkan kondom dengan benar

III. MATERI

  1. Pengertian Kondom
  2. Gambaran Fisik Kondom
  1. 3. Waktu penggunaan  kondom
  2. Cara menggunakan kondom
  3. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan kondom
  4. Kelebihan kondom
  5. 7. Kelemahan  kondom
  6. 8. Efektifitas kondom dalam mencegah kehamilan
  7. 9. Tempat mendapatkan kondom

IV. METODE

  1. Ceramah
  2. Tanya Jawab
  3. Diskusi

V. MEDIA /ALAT/ SUMBER

1.    Media              : Slide, Leaflet

2.    Alat                  : LCD, komputer, mikrofon

3.    Sumber            :

    1. Hanifa Wiknjosastro, 2000, Ilmu Bedah Kebidanan Edisi 1 Cetakan  5, Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
    2. HanifaWiknjosastro, 2005, Ilmu Kandungan Edisi 2 Cetakan 4, Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
    3. Hanifa Wiknjosastro, 2005, Ilmu Kebidanan Edisi 3 Cetakan 7, Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
    4. James R Scoot, 2002, Danforth Buku Saku Obstetri & Genikologi, Jakarta, Widya Medika
    5. Thomas Rabe, 2002, Buku Saku Ilmu Kandungan, Jakarta: Hipokrates

VI. SASARAN

Masyarakat  dan kelompok resiko tinggi pengguna kondom

VII. WAKTU

Hari / Tanggal         : xxxxxxx, xxx  November xxxx

Jam            `           : 10.00 – 10.30 wita

VIII. TEMPAT

Balai Banjar xxxxxxx, Desa xxxxxxxxxxx,  Kecamatan xxxxxxxxxxx

LCD

Penyuluh

IX. RENCANA EVALUASI

  1. Struktur
  1. Persiapan Media

Media yang digunakan dalam penyuluhan antara lain: slide dan leaflet, semua lengkap dan bisa di gunakan dengan baik saat ceramah tanya jawab, dan diskusi.

  1. Persiapan Alat

Alat yang gunakan dalam penyuluhan antara lain: LCD, komputer, dan mikrofon semua lengkap dan bisa di gunakan dengan baik.

  1. Persiapan Materi

Materi disiapkan dengan ringkas, menarik, lengkap, dan mudah                         dimengerti oleh sasaran.

  1. Undangan / Peserta Penyuluhan.

Dalam penyuluhan tentang kondom ini kami mengundang :

–         Masyarakat

–         Kelompok resiko tinggi pengguna kondom

B   Proses Penyuluhan

1.   Penyuluhan tentang kondom berjalan lancar  dan sasaran         memahami/mengerti penyuluhan yang di berikan.

2.  Di dalam proses penyuluhan yang akn dilaksanakan  di harapkan terjadi interaksi antara penyuluhdan sasaran.

3.   Para undangan dan peserta yang diharapkan datang minimal 70%.

4.  Sasaran diharapkan memperhatikan materi yang diberikan dan tidak meninggalkan tempat.

C. Hasil

  1. Jangka Pendek

Setelah diberi penyuluhan sasaran mampu :

  1. Menjelaskan pengertian  kondom dengan benar
  2. Menjelaskan  gambaran fisik kondom dengan tepat
  3. Menjelaskan kapan waktu yang tepat untuk menggunakan kondom dengan benar
  4. Menjelaskan bagaimana cara menggunakan kondom
  5. Menyebutkan 5 dari 9 hal  yang perlu di perhatikan dalam menggunakan kondom dengan benar
  6. Menyebutkan 3 dari 8 kelebihan kondom dengan benar
  7. Menyebutkan 2dari 4 kelemahan kondom dengan benar
  8. Menyebutkan 2 dari 4 efektifitas kondom dengan benar
  1. Jangka Panjang

Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan kondom

MATERI

1. PENGERTIAN AIDS dan HIV

HIV merupakan kependekan dari Human Imunodificiency Virus atau nama lainnya adalah Retrovirus. HIV dapat menyebar dari satu orang ke orang lainnya dengan cara yang spesifik dan menyebabkan system kekebalan tubuh kita menjadi lemah dan mudah terinfeksi oleh suatu penyakit. Bila anda terinfeksi HIV virus ini akan hidup di dalam tubuh anda  kurang lebih selama sepuluh tahun atau lebih sebelum anda menunjukan suatu gejala. Selama waktu tersebut anda mungkin terlihat sehat, tetapi anda sebenarnya berpontesial menularakan virus tersebut kepada orang lain. Pada kenyataanya orang memiliki  HIV bahkan tidak tahu mereka terinfeksi. Setelah seseorang terinfeksi HIV, dalam 5 tahun akan menunjukan gejala sebagai berikut:

  • lebih dari 90% orang teinfeksi HIV akan mengalami imunodefisiensi ( jumlah maupun fungsi sel T menurun)
  • 20 – 50% akan menjadi AIDS Related Compleks/ Illnes
  • 10 – 30% dapat diduga menjadi kasus AIDS

AIDS adalah singkatan dari : Acquired immune deficiency Syndrom. AIDS adalah gejala penyakit yang disebabkan oleh HIV, yang mengakibatkan rusak dan menurunnya system kekebalan tubuh manusia sehingga tubuh akan mudah terinfeksi dan beresiko untuk menjadi keganasan.

2. PENYEBAB AIDS

AIDS disebabkan oleh suatu retrovirus yang kini disebut Human Immunodefiency Virus ( HIV). HIV sangat lemah dan mudah mati di luar tubuh manusia. Virus ini masuk melalui penularan ke pembuluh darah lalu ke kelenjar bening hingga merusak Limfosit T. sel limfosit T merupakan titk pusat system pertahanan tubuh yang secara fungsional berperan untuk :

  • Mengenal Antigen
  • Reaksi Hipersensitivitas tipe lambat
  • Imunitas seluler untuk aktifitas sototoksik

Apabila vurus ini dapat menyerang dan menghancurkan Sel T maka fungsi sel ini akan terganggu, dimana sebelumnya sel T akan menghancurkan kuman atau virus yang menyerang tubuh kini  dengan hancurnya Sel T maka system kekebalan tubuh tidak bisa lagi menyerang dan menghancurkan mikroorganime penghasil penyakit sehingga  tubuh muda terinfeksi oleh suatu penyakit.

3. MEKANISME PENULARAN HIV / AIDS

Terdapat 4 cara yang telah di buktikan menjadi mekanisme penularan penyakit ini.

  1. Perilaku hubungan seksual yang bebas atau sering berganti ganti pasangan sangat beresiko untuk tertular HIV. Penularan HIV dapat juga terjadi jika melakukan hubungan sexual yang tidak terlindung atau tanpa mengunakan kondom, melalui hubungan vagina, anal ataupun  oral dengan seseorang yang terinfeksi. Bila seseorang melakukan hubungan seksual vagina anal ataupun oral, HIV dalam darah, semen atau cairan vagina dari orang terinfeksi dapat mengalir kedalam membran mukosa, dimana di bawah membran mukosa adalah pembuluh darah. Dari sana virus dapat mencapai aliran darah.
  2. Anda dapat tertular HIV bila jarum suntik yang anda gunakan tidak steril seperti pengunaan jarum suntik bersama pada pecandu narkotika. Salah satu cara yang paling pasti untuk tertular HIV adalah dengan mengunakan jarum suntik yang mengandung virus. Setelah seseorang dengan HIV menggunakan jarum suntik , setes kecil darah terinfeksi tertinggal dalam jarum tersebut , ini cukup untuk menulakan HIV pada orang lain.
  3. Anda dapat tertular HIV melalui transaksi darah dari seseorang yang terinfeksi. Tetapi resiko tertular HIV dari transaksi sekarang ini amat kecil karena semua darah yang di donorkan untuk transaksi darah telah diperiksa terhadap HIV.
  4. Wanita Hamil pengidap HIV dapat menularkan virus pada anaknya sebelum atau sesudah lahir. Bila wanita hamil memiliki HIV dalam darahnya,kemungkinan bahwa wanita tesebut akan menularkannya kepada janinnya selama kehamilan atau selama kelahiran bayi tersebut.

4.GEJALA-GEJALA AIDS

AIDS adalah penyakit menular  yang dengan cepat menyebar. Berikut gejala-gejala bila seseorang menderita AIDS :

  1. Setelah masuknya HIV ke dalam tubuh, timbul gejala-gejala umum ringan seperti flu. Gejala-gejala tersebut hilang dengan sendirinya.
  2. Sejak masuknya HIV ke dalam tubuh sampai munculnya gejala penyakit, waktunya bervariasi antara 6 bulan sampai 7 tahun. Rata-rata 21 bulan pada anak-anak dan 60 bulan pada orang dewasa.
  3. Gejala non spesifik AIDS related compleks (ARC) yang berlangsung lebih dari 3 tahun :

v     Berat badan menurun lebih dari 10%.

v     Sering demam (lebih dari 38%C) disertai keringat malam tanpa sebab yang jelas.

v     Diare kronis tanpa yang jelas.

v     Rasa lelah yang berkepanjangan.

v     Hairy leukoplacia pada lidah.

v     Herpes zoster.

v     Kandidosis rongga mulut.

v     Pembesaran limfonoduli / pembesaran kelenjar limfe

  1. Gejala-gejala AIDS yang lengkap adalah gejala-gejala ARC disertai satu atau        dua penyakit  oportunistik( infeksi yang tidak dapat terjadi pada orang normal) yaitu Pneumocystis carinii yang merupakan infeksi parasit pada paru-

paru dan atau Sarcoma Kaposi, suatu jenis kanker yang tersebar pada kulit /mulut ( terdapat pada 80% dari penderita AIDS di Anerika).

5. TINDAKAN YANG TIDAK BERISIKO MENULARKAN AIDS

  1. Hidup serumah dengan penderita AIDS
  2. Kontak dengan alat makan dan minum penderita
  3. AIDS tidak menular melalui toilet atau peralatan kamar kecil
  4. Berpelukan atau berciuman kecuali bila ada luka pada mulut
  5. Di gigit serangga.
  6. Berenang dan hubungan social lainnya.

6. MENCEGAH PENYEBARAN AIDS

Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya penyebaran AIDS, antara lain:

  1. Hindari hubungan seks di luar nikah. Usahakan hanya berhubungan dengan satu orang mitra seksual yang tidak berhubungan dengan orang lain.
  2. Pergunakan kondom bagi kelompok resiko karena AIDS.
  3. Mintalah jarum suntik yang baru pada dokter bila anda hendak disuntik
  4. Ibu-ibu yang telah mengetahui dirinya terinfeksi HIV/AIDS hendaknya jangan hamil karena dapat menularkan penyakitnya  pada janinnya
  5. Mencegah kelompok resiko tinggi terkena AIDS menjadi donor darah
  6. Tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian terutama pada pengguna narkotik


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: